Tawuran Antarkelompok Pemuda di Mangkutana, Kaca Rumah Warga Diduga Rusak
Kilaspubliknews.com, Lutim – Tawuran antarkelompok pemuda terjadi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Maleku, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 00.10 Wita. Dalam insiden tersebut, kaca sebuah rumah warga diduga mengalami kerusakan.
Berdasarkan laporan awal kepolisian, peristiwa itu melibatkan kelompok pemuda dari Desa Wonorejo dan Wonorejo Timur, Kecamatan Tomoni, dengan kelompok pemuda dari Desa Maleku dan Pancakarsa, Kecamatan Mangkutana.
Kejadian tersebut diduga dipicu kesalahpahaman setelah dua pemuda melintas menggunakan sepeda motor berknalpot bising secara berulang kali di hadapan sekelompok pemuda yang sedang berkumpul.
Saat itu, sejumlah pemuda dari Desa Maleku dan Desa Lopi sedang berkumpul di rumah seorang warga di Desa Maleku. Tidak lama kemudian, seorang pemuda bernama JL yang berboncengan dengan PP melintas menggunakan sepeda motor berknalpot bising.
Kelompok pemuda yang berada di lokasi kemudian menghadang sepeda motor tersebut hingga JL dan PP terjatuh. Keduanya lalu meninggalkan lokasi untuk meminta bantuan kepada rekan-rekannya yang berada tidak jauh dari tempat kejadian.
Situasi kemudian memanas ketika sekelompok pemuda dari Wonorejo Timur mendatangi kelompok pemuda di Maleku dan melakukan penyerangan menggunakan batu. Sempat terjadi perlawanan hingga kelompok tersebut mundur.
Namun, setelah mendapat bantuan dari pemuda Desa Wonorejo dan Desa Mulyasari, Kecamatan Tomoni, kelompok tersebut kembali mendatangi lokasi dengan membawa batu dan senjata tajam. Akibatnya, kelompok pemuda yang berada di Maleku berhamburan meninggalkan lokasi.
Sekitar pukul 00.20 Wita, personel Polsek Mangkutana yang dipimpin Kapolsek Mangkutana, Iptu Muh. Junus, S.Sos., didampingi Kanit Reskrim Ipda Kasman, S.H., tiba di tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas kemudian membubarkan kedua kelompok yang terlibat sehingga situasi dapat dikendalikan.
Akibat kejadian tersebut, kaca sebuah rumah warga dilaporkan diduga mengalami kerusakan. Sementara itu, berdasarkan laporan awal kepolisian, tidak terdapat korban luka dalam insiden tersebut.
Perkembangan lebih lanjut terkait penyebab kerusakan dan penanganan peristiwa ini masih menunggu informasi resmi dari pihak kepolisian.
Masyarakat diimbau untuk menahan diri, tidak mudah terpancing emosi, serta menghindari tindakan yang dapat memicu konflik antarkelompok demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Luwu Timur.
Musdiana
Kilaspubliknews.com







Komentar (0)